12 February 2007

gadis dalam kamar

Seorang gadis belia
bimbang dalam hidupnya yang sempurna
setidaknya yang ia rasakan sempurna
sesuatu mengacak-acak perasaannya

ia merindukan kamar gelap
Dalam sendirinya ia tak ingin berbicara dengan siapapun
untuk apapun dimanapun
Ia butuh pergulatan dengan urat-urat hatinya
untuk sebuah wawancara private
yang tak diketahui setiap orang

-CI-

09 February 2007

CUKUP!

adalah damai mengisi sela-sela perasaanku
saat aku dapat mengatakan cukup.
kabut pagi buta, diiringi rintik hujan.
berembun kaca kamarku
lewatnya aku dapat melihat bayanganku sendiri
tersenyum menikmati apa yang telah digelarkan Tuhan padaku
...
cukup bahagia meski masih terperangkap pada titik stagnansi ini
dalam kamar kecil, apek dan lembab dalam serba-kekurangan itu..
aku masih merasa lebih dari cukup!

memang aku,...
belum mampu mengelilingi tempat-tempat indah itu
menikmati salju turun, danau-danau jernih
atau rambut yang beraroma asin ditiup-tiupkan angin laut.
atau bahkan menelurkan karya penuh makna menginspirasi masyarakat
dan merasakan merekahnya pemikiran-pemikiran..

tapi di kota metropolitan ini, aku meniti mimpiku...
pasti aku dapat merasakan semuanya
melukiskannya dalam kanvas kecil milikku.




-aci-
gadis pemimpi

untuk para pengkhianat

pergilah "lelaki" di dunia
dan yang tertinggal
hanya seoongok daging yang sering kalian bangga-banggakan itu!
dalam dingin dan bingung...
silahkan menuju pemberhentian selanjutnya.
tempat yang tahu hanya diantara kalian dan Tuhan!

silahkan berpisah pada saringan-saringan tanggung jawab
demi kemanusiaan silahkan berpisah saja!

aku, demi tuhan di surga..
muak dan bosan.
pada setiap inchi pengkhianatan yang kalian lakukan
dan kalian banggakan.

hatiku turut hancur bersama dengan turbulensi hidup setiap wanita
yang kalian goyah-goyahkan...

entah apa sebutan yang pantas untuk kalian!

-aci-
"too much heaven"